CINTA adalah suatu anugerah. Rasa cinta itu dapat kita rasakan ketika kita melihat ada orang yang menarik hati atau perasaan kita. Bermula timbul rasa suka, kagum, hingga kemudian berubah menjadi cinta. Rasa cinta ini bukan hanya dapat dirasakan oleh kita. Allah SWT juga mencintai makhluk-Nya. Salah satu yang Allah cintai ialah Nabi Muhammad SAW, makhluk pilihan-Nya. Ia adalah sosok yang kini menjadi teladan dalam hidup kita. Sebagaimana kita, Allah pun sangat mencintainya. Seperti apa ya bentuk cinta Allah pada Rasulullah SAW? BACA JUGA Bumbu Cinta dari Dua Kubu Istri Rasulullah Salah satu surat dalam Al-Quran merupakan bentuk cinta Allah SWT pada Rasulullah SAW yakni surat Thaha. Nama Thaha itu menjadi salah satu nama mulia yang ditujukan kepada Rasulullah SAW. Panggilan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan penghibur hati beliau atas segala pertentangan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy. Oleh sebab itulah, surah tersebut dibuka dengan Thaha sebagai panggilan lembut dari Sang Pecinta kepada yang dicinta. “Thaha. Tidaklah Kami menurunkan kepadamu Al-Quran agar kamu menjadi susah celaka. Melainkan sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut,” QS. Thaha 1-3. Gambaran ayat 1-3 yang terdapat dalam surah Thaha tersebut tentu sangat berpengaruh kepada sisi psikologi yang dimiliki Rasulullah SAW. Sebab ketika wahyu tersebut diturunkan, Rasulullah kerap merasa ketakutan, gelisah, khawatir akan keselamatan diri dan umatnya. Perasaan yang demikian itu sangatlah wajar, karena penolakan, pertetangan dan perlawanan dari kaum Quraisy sangat mempengaruhi kondisi psikis beliau. Akan tetapi, dengan panggilan lembut dari dari Allah itu membuat Rasulullah kembali yakin dan percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan dirinya sekedip matapun. BACA JUGA Mencintai Saudara Sesama Muslim karena Allah Allah SWT menegaskan bahwa proses turunnya Al-Quran sama sekali bukan untuk menyusahkan Rasulullah SAW. Melainkan sebagai basyiiran kabar gembira bagi orang-orang beriman juga nadziiran peringatan agar kita menjaga diri dari perilaku yang kurang baik dan tidak diridhai-Nya. Seperti itulah bentuk cinta Allah pada Rasulullah. Inginkah kita pun dicintai oleh Allah? Maka, ikutilah jejak Rasulullah. Sebab, bentuk kasih sayang Allah ada padanya. Dengan mengikutinya, kita akan bertemu dengan ridha Allah. Jika sudah ridha, maka Allah akan cintai diri kita. Wallahu alam. []
Namun setidaknya daku masih memiliki asa untuk bertemu dengan dirimu. Seperti cerita orang-orang yang pernah bertemu dirimu dalam mimpinya maka daku menginginkan hal itu ya Rasulullah. 0 Response to "Surat Cinta Kepada Rasulullah Tercinta" Posting Komentar. Silahkan berkomentar. Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda. Langganan: Posting
Belajar Menjadi Wanita Didikan RasulullahAssalamualaikum Tahmid Wa Rasulullah kekasih Allah, izinkanlah aku mengirimkan sepucuk surat cinta. Ini surat cinta yang tak biasa. Maafkanlah kelancanganku ya, kuceritakan sedikit pengalamanku bersama anakku, Faris. Maukah engkau mendengarkannya ya Rasulullah?Faris sangat menyukai DVD kisah nabi-nabi. Ada Nabi Nuh, Nabi Yunus, Nabi Luth, Nabi Ayub, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan lainya. Baik berupa lagu-lagu maupun cerita nonton DVD, biasanya Faris akan menggambar. Faris akan menggambar perahu Nabi Nuh dengan para hewan-hewan yang naik ke Nabi Yunus, Faris menggambar ikan paus yang sangat besar di buku gambarnya. Ikan paus itu bergigi tajam dan bisa menelan orang. Faris sangat kagum dengan bentuk ikan paus yang sangat besar dan mampu menelan Nabi Yunus. Faris terus bertanya tentang ikan paus ketika melewati Selat Sunda ketika perjalanan dari Lampung ke di DVD lainnya, Faris tak menemukan rupa Nabi Muhammad SAW. Faris bingung ya Rasulullah, Padahal dikisahkan di DVD itu, jika suri tauladan itu adalah Nabi Muhammad. Pahlawan itu Rasulullah SAW. Bukan Spiderman, Batman, Superman, atau Power suatu hari Faris, bertanya, “Mi, kenapa Nabi Muhammad wajahnya tidak ada? Mengapa cuma ada cahaya? Mengapa sama seperti Allah?”Dan aku tertegun dengan erat Faris, menciumnya penuh haru dan mulai bercerita.“Anakku, Nabi Muhammad sungguh agung untuk dilukiskan. Wajahnya penuh cahaya, sifatnya amat lembut dan di bahunya ada Khatamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian. Berbeda dengan nabi yang lainnya yang sering Faris lihat di DVD. Kalo Faris mau lihat wajah Nabi Muhammad, Faris harus rajin sholat, ngaji dan patuh pada ummi dan Abi, agar nanti masuk syurga dan ketemu Nabi Muhammad SAW,” ujarku dengan mata itu kembali meluap. Akankah aku diakui sebagai umatmu kelak?Ya Rasulullah, betapa aku sangat mengagumimu. Engkau penuh prestasi. Engaku adalah seorang manajer unit usaha intrnasional sampai ke Syam di usia 12 tahun. Di usia 20 tahun, engkau menjadi pengelola bisnis besar yang investasikan Khadijah. Tak hanya itu, engkau juga orator yang sangat handal! Massa selalu menanti khutbahmu yang penuh hikmah. Bahkan engkau sangat mudah menghapal teman-temanmu yang tak hadir di dalam majelismu. Sedangkan aku? Butuh berkali-kali mengingat sebuah SMA, aku suka sekali berkorespodensi, mengirimkan surat-surat kepada sahabat penaku. Dari Aceh hingga Timur-timur zaman itu, kami saling tukar kabar. Saling bercerita tentang keseharian kami dan juga mimpi kami. Tapi, sungguh berbeda dengan cara engkau berkorespondensi. Ya Rasulullah, engkau menyurati penguasa-penguasa di zamannya. Kau menyurati penguasa Kisra, Caesar, Najasyi, dan Muqaiqus. Kau mengajak mereka untuk bertauhid kepada Allah SWT. Sedangkan aku? Sedikit sekali mengingatkan sahabat-sahabat penaku untuk lebih taak aku menikah, akupun mulai mencoba mengikuti caramu membina rumah tangga. Sulit awalnya ya Rasulullah. Memahami karakter seorang yang kupanggil suami. Menjadi taat pada seorang yang dulu belum pernah kusentuh. Menjadi sebuah ketakutan yang berkumpul. Lalu aku mulai mencari buku tentang cara membina rumah tangga sepertimu. Saat engkau membina cinta dengan Khadijah, Aisyah, dan lainnya. Akupun mulai mencoba belajar menjadi wanita sepeti wanita-wanita didikanmu, ya Rasulullah. Aku belajar dari kisah Khulaisah, Ummu Tahariq, Shafiyah, Sauda, dan penuh semangat menteladanimu. Seperti Maimunah binti Sa’ad yang bertanya kepada Ummu Aisyah tentang seorang wanita yang menghindar untuk tidur bersama suaminya, maka Aisyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Siapa saja wanita yang menghindar untuk tidur bersama suaminya tanpa seizin darinya, maka Allah murka kepadanya, hingga suaminya memohonkan ampunan kepadanya, dan siapa saja wanita yang emminta nasihat bermusyawarah dengan selain suaminya, maka ia akan disuapi dengan api jahannam. Siapa saja wanita yang suaminya meridhainya, maka Allah SWT akan menridhainya pula. Sedangkan jika suaminya murka kepadanya, maka Allah akan murka pula, kecuali jika suami memerintahkan kepada istrinya sesuatu yang tidak dihalalkan,”Lain waktu, Maimunah binti Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah beritahu kami tentang sedekah.” Maka Nabi bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu merupakan penghalang dari api neraka.” Maimunah binti Sa’ad juga pernah bertanya kepada Aisyah tentang nafkah seorang wanita di rumah suaminya, maka Aisyah ra berkata, “ Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita bersedekah dengan harta suaminya, maka ia akan mendapatkan pahala sedangkan suaminya akan mendapatkan pahala yang serupa, demikian pula kepada penjaga harta itu. Pahala sebagian mereka tidak mengurangi pahala sebagian yang lain. Bagi suaminya pahala karena mencari, sedangkan bagi istrinya karena member sedekah.”Ya, Maimunah binti Sa’ad menjadi wanita yang penuh semangat mengejar Ridho Allah dengan mengikuti jejakmu. Wanita-wanita itu mencintamu lebih dari mencintai diri mereka ini, aku kembali menyusuri sirohmu ya Rasulullah. Mengenangmu, mengharapkan perjumpaan denganmu. Walau ibadahku masih jauh dari wanita-wanita hasil didikanmu. Tapi, izinkan aku memohon. Jika kelak kita bertemu, maka tolong akui aku sebagai umatmu dan beri aku Rasulullah, aku bershalawat Allah, aku nangis T_T
SuratCinta untuk Kartini, Kisah dari Sepucuk Surat. Jepara, 1901. Tanpa alas kaki, Sarwadi (Chicco Jerikho) mengayuh sepedanya dengan semangat untuk menuju ke kantor pos. Hari pertama Sarwadi sebagai pengantar surat berjalan dengan lancar. Saat itu, Sarwadi belum menyadari jika di antara banyak surat yang ia akan antarkan, ada satu surat yang.Syafaat Rasulullah mencakup setiap umat yang mati beriman, walaupun pelaku dosa besar Setiap manusia pastilah tak luput dari dosa dan maksiat. Allah swt. dalam titah-Nya telah menetapkan bahwa manusia diuji dengan diciptakannya nafsu dalam dirinya. Tujuan dari ujian Allah swt. itu untuk memilah hamba-hamba terbaik untuk disandingkan kelak bersama para nabi dan orang-orang shaleh di surga-Nya. Kasih sayang serta cinta Allah swt. tetaplah meliputi para pendosa. Ampunan-Nya melebihi kemurkaan-Nya. Pintu tobat-Nya selalu terbuka lebar bagi orang-orang yang mau bersungkur dan bersimpuh meminta ampunan. Kasih sayang ini, Allah sematkan pula dalam hati Rasulullah saw. Rasulullah saw. merupakan sosok nabi yang dihiasi dengan rasa cinta, dan kasih sayang yang amat besar kepada seluruh makhluk, utamanya umat serta pengikutnya. Sosok yang lebih mendahulukan kepentingan umatnya dibanding kebutuhannya sendiri. Sang rasul yang kasih sayangnya meliputi setiap individu dari umatnya, termasuk para pendosa. Pendosa Juga Berkesempatan Masuk Surga Maka bagi pendosa, janganlah merasa patah semangat, putus asa, atau pupus harapan atas rahmat dan kasih sayang Allah! Karena Nabimu masih memperhatikanmu! Nabimu masih mengharapkan darimu kebaikan! Nabimu tak pernah mengacuhkanmu! Nabimu masih mencintaimu! Nabimu masih mendambakan surga untukmu! Nabimu selalu memikirkan keselamatanmu! Bukti kecintaan Rasulullah saw. kepada setiap umatnya, baik kepada sang pendosa maupun ahli ibadah adalah ungkapnya dalam sebuah hadits, خيرت بين الشفاعة وبين أن يدخل نصف أمتي الجنة، فاخترت الشفاعة لأنها أعم وأكفى، أترونها للمتقين؟ لا! ولكنها للمذنبين الخطائين المتلوثين. "Tuhanku telah memberikan aku penawaran serta pilihan antara; syafaat atau menetapkan separuh dari umat-ku untuk masuk surga. Namun, aku lebih memilih syafaat pertolongan, karena syafaat lebih luas ranah dan cakupannya kepada umatku. Apakah kalian mengira bahwa syafaat tersebut hanya aku peruntukkan kepada ahli ibadah dari umatku saja? Sungguh, Tidak!! Akan tetapi syafaat tersebut aku peruntukkan kepada para pendosa, serta umatku yang masih berkubang dalam jurang kemaksiatan serta ingin bertobat dan menyesal akan perbuatannya." HR. Ibn Majah dalam kitab Sunannya Dalam redaksi lain, Rasulullah saw. menyebutkan kategori atau sifat-sifat orang yang akan mendapatkan syafaat dan pertolongannya kelak dalam haditsnya, وهي لمن مات لا يشرك بالله شيئًا "Syafaat ku tersebut aku peruntukkan kepada setiap umatku yang mati dalam keadaan beriman serta tak menyekuuntukan Allah swt." HR. Hakim dalam kitabnya; al-Mustadrak Ketika mengomentari hadits ini, Al-Imam Al-Munawi menjelaskan, "Syafaat tersebut mencakup setiap individu dari umat Rasulullah yang mati dalam keadaan beriman, walaupun semasa hidupnya ia dalam kubangan kemaksiatan ataupun pelaku dosa-dosa besar.” Kemudian di akhir pembahasan, Al-Imam al-Munawi menimpali keterangan tersebut, serta menuangkan argumennya dalam petikan kalamnya, وهذا متضمن لكرامة المصطفى على ربه وأفضاله على أمته ووفور شفقة النبي صلى الله عليه وسلم عليهم "Petikan hadits ini menunjukkan bukti kemuliaan Rasulullah saw. di sisi Allah swt. serta keutamaan, perhatian, dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya sekalipun pendosa dari mereka." lihat; Faydh al-Qadhir syarh Al-Jami' As-Shoghir Syafaat Rasulullah untuk Pendosa Rasulullah saw. ialah sosok yang Allah swt. utus sebagai pembawa kasih sayang serta penyebar kecintaan di muka bumi ini. Cinta yang dimaknai secara luas. Sebuah cinta serta kasih sayang yang mencakup seluruh makhluk, baik manusia ataupun selainnya. Dalam sebuah riwayat yang menguatkan keterangan tersebut, Rasulullah saw. bersabda, لكل نبي دعوة مستجابة يدعو بها وأريد أن أختبئ دعوتي شفاعة لأمتي في الآخرة "Setiap utusan Allah swt. diberi kesempatan berupa satu doa yang pasti akan diijabahi oleh Allah swt. karena pengkabulan serta jawaban doa dari selain satu doa tersebut hanyalah sebuah harapan yang belum terbukti pengkabulannya Namun, doaku akan kusimpan sebagai permohonan syafaat serta pertolongan bagi umatku kelak di akhirat." HR. Bukhori Dalam riwayat yang lain, Rasulullah pun bersabda, شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي "Syafaatku serta pertolonganku, akan aku peruntukkan kepada para pelaku dosa-dosa besar dari umatku." HR. Bukhori Sosok nabi yang lebih memperhatikan umatnya dari kepentingan dirinya sendiri. Sosok yang mengedepankan keselamatan umat-nya dari hal-hal yang lain. Maka, pantaskah bagi sang pendosa untuk putus asa serta pupus harapan atas ampunan Allah swt. serta kasih sayang Rasulullah? Ingat, Rasulullah tak akan meninggalkan umatnya sama sekali. Beliau tak akan menghiraukan tobat tulus dari setiap pendosa. Bahkan ia pun turut serta memohonkan ampunan kepada Allah swt. atas setiap pendosa dari umat-nya. Al-Imam an-Nawawi menyatakan- dalam komentarnya terhadap hadits, فيه كمال شفقته صلى الله عليه وسلم على أمته ورأفته بهم واعتناؤه بالنظر في مصالحهم، فجعل دعوته في أهم أوقات حاجتهم "Hadits ini bukti akan kasih-sayang, cinta, serta kepedulian dari Rasulullah kepada setiap umatnya- dari segi perhatiannya terhadap kemaslahatan umat-nya, maka inilah motif yang mendasarinya untuk menyimpan doanya, serta menggunakan doa permohonan tersebut di waktu yang sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh umat-nya, yaitu; Hari penghitungan dan kiamat." Syarh Shohih al-Muslim Sang pendosa, janganlah ragu akan ampunan Allah swt. Ingatlah! Kasih sayang, cinta dan perhatian Rasulullah akan senantiasa menaungi setiap umat-nya yang mau bertobat dan menyesali atas perbuatannya. Maka, yang tersisa bagi kita untuk membalas kecintaan dan perhatian Rasulullah tersebut dengan; membahagiakannya dengan tingkah-laku kita, membuatnya tersenyum dengan tutur-kata kita, serta membanggakannya dengan amal baik kita. Baca tulisan menarik tentang menghapus dosa di sini. yxucBE.